Selasa, 15 November 2011

Teori teori perubahan sosial


Teori ini merupakan teori klasik yang ditemukan oleh Dr.J.H.Boeke (1953), yang menyatakan bahwa dari sudut ekonomi-masyarakat ditandai atas tiga unsur penentu yaitu: jiwa sosial (social spirit), bentuk-bentuk organisasi dan teknik-teknik yang mendukungnya. Ketiga unsur saling berkaitan yang kemudian menentukan corak masyarakat yang ada dalam bentuk sistem sosial, gaya sosial, atau iklim sosial yang bersangkutan. Tidak ada satu bentuk yang dominan (homogen), masing-masing sistem memiliki pengaruh dalam masyarakat sehingga terjadi masyarakat ganda (dual) atau jamak (plural society). Gaya hidup masyarakat dikenal pola perkembangan linear dalam bentuk pola peralihan misalnya dari masyarakat pra kapitalis (pre-capitalism) yang kemudian dipisahkan dengan kapitalisme awal (early capitalism) yang tidak menonjol bersama-sama.

Dalam teori masyarakat ganda, biasanya ada salah satu sistem sosial yang menonjol atau dikatakan yang termaju, sistem itu biasanya “di-impor” dari luar masyarakat yang bersangkutan. Boeke merupakan ahli Indonesia (Indonesianis) yang mengamati perkembangan masyarakat sejak lama dan kasus kajian Indonesia merupakan daerah perkembangan masyarakat ganda yang paling menarik. Dapat ditarik kesimpulan bahwa sifat ganda adalah akibat pertarungan sistem masyarakat impor dengan system local, yang sebetulnya tidak hanya terbatas pada system kapitalis tetapi juga system sosialis atau bahkan komunis. Menurut Boeke, teori masyarakat ganda sebenarnya berasal dari tiga ekonomi yang menjadi satu: (a) Teori masyarakat Pra-Kapitalis, yang biasanya disebut ekonomi primitive (b) Teori masyarakat Kapitalis atau teori masyarakat sosialis (c) teori ekonomi dari hubungan antara dua sistem yang berbeda dalam satu lingkaran masyarakat yang biasanya disebut ekonomi ganda, yang menunjukkan adanya gabungan teori sistem masyarakat secara keseluruhan.

Konsepsi masyarakat ganda telah ditolak oleh Mk.Gandhi, menurutnya India kalah dengan Inggris karena menerima kapitalisme. Oleh karena itu India menolak kapitalisme, kereta api menjadi setan, karena ia membawa wabah penyalit, kelaparan serta memancing sifat jahat manusia menyebabkanmanusia jauh dari sifat suci. Pikiran MK Gandhi tidak bersifat ganda, tetapi ia menganjurkansupaya kapitalisme dibasmi sampai akarnya menjadi kebudayaan timur; hidup sederhana dan berpikir luhur.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar